PART 1
SMA ku hanya SMA biasa, letaknya sangat strategis dari rumah. Kita bisa kesana dengan menaiki angkutan umum / angkutan kota (ANGKOT), bisa naik motor atau mobil pribadi. Bahkan bisa jalan kaki.
perkenalkan namaku lavieen, anak tunggal yang dulu sempat mempunyai adik kandung laki-laki. Tetapi karena penyakit yang menyerang sel darah putihnya, akhirnya adik ku punya gelar alm. Ya almarhum.
Tapi, itu sudah lama sekali 10 tahun yang lalu.
aku dibesarkan dari keluarga yang sederhana, jauh dari kata sederhana sih...
tapi aku bersyukur. bagaimana tidak?!, aku punya mama dan papa yang masih komplit,,
"hei.. kalau pun kamu tidak seberuntung aku, yang masih memiliki ke 2 org tua. Sayangilah org sekitar yang masih ada di dekat mu, dan menyangi mu pula." -kata lavieen.
.........
KETIKA SMA
.........................
saat ini aku sedang duduk di kelas, nomor 3 dari depan dan sebelah pojok kiri dekat jendela dan kipas angin.
kelas ku mempunyai 5 kipas angin. memang banyak dan berlebihan.
2 kipas terletak di langit" depan dan belakang
2 kipas terletak di dinding kanan dan kiri tepat di dekat aku duduk,
dan 1 lagi kipas angin pribadi milik teman ku dimas dan nunu. mereka taruh kipas di belakang pojok kiri untuk mereka ber 2 saja. hahaha itu sangat lucu dan niat.
aku duduk dengan ke 4 sahabat ku jaman SMA
masih ku ingat tempat duduk yang adem, banyak angin, dan dekat jendela. BAHKAN JENDELA ITU BISA KITA LOMPATI hahaha, dengan bantuan bangku sih.
"WOI LAVIEEEENNNNN!!!!!" .. sial telinga ku sakit mendengarnya. suara menggelegar yang tak asing bagi gendang telinga, saraf dan otak ku.
"Melamun mulu kamu, mikirin apaa sih?!".. -sambungnya
" BRISIK!!!!" .. jawab ku sedikit dengan urat haha
"YEE DIA NGEGASSSS!!!!!."
"WEH BRISIK, itu tadi aku lagi ngelamunin jaman-jamannya aku SMA hehe~, lagian kamu ngapain si vini kalau ngomong ke aku ngegas terus, sakit ini telinga bisa BERDARAAHHH!!!" .. kata ku sambil teriak di telinganya
"ADOOOH, sakit..." Vini melayangkan pukulannya ke punggung kanan ku
(PPPPAAAAKK)
suaranya sangat nyaring, aku meringis sambil ketawa.
"WAHAHAHAHAH, ADUDUDUH AMPUUNNNN,"
"Lagian bikin emosi ya, emang SMA dulu kayak gimana kamu?. jadi kepo cerita dong," pinta Vini sambil memainkan handphonenya
"Gini nih, katanya anak ILMU KOMUNIKASI, tapi etika komunikasinya gak dipake yaaa. katanya mau tau cerita aku SMA, tapi malah main hape..," jawab ku dengan nada menyindir Vini dan menahan ketawa.
"Yailah baperan deh, yaudah nih aku taruh handphonenya." tangannya menaruh Handphone di tengah-tengah binder yang ada diatas mejanya.
"hahaha, nah gitu dong. oke aku mulai cerita aku ya."
............
KETIKA SMA
.........................
aku punya teman yang lebih dikenal dengan sebutan BAPAK. haha bukan karena dia udah bapak-bapak. bahkan dia lahir tahun 2000. dibawah aku setahun haha. dia anak polisi, tinggi besar, jago main volley ball dan terkenal suka gunta ganti pasangan. anaknya sangat baik dan dipercayai oleh seluruh temen di SMA ku.
"WOI BESOK YANG IKUT CORET-CORETAN DI #### YA, JAM 5. JANGAN NGARET. YANG BELOM BAYAR BAYAR WOI. JANGAN MAU ENAKNYA AJA!!!." .. Kata Bapak di depan kelas dengan lantang dan sedikit ngegas.
disisi lain aku dan ke 3 sahabat ku membahas untuk ikut atau tidak. pasalnya ini adalah pertama dan terkahir kalinya kita rayakan kelulusan kita, disisi lain. kita bakalan di omelin guru.
"gimana dit, lu ikut gak?, gua ikut kalau lu ikut. lahian klu lu gaikut gua gada temennya dong ahahah," kata ku bisik-bisik dengan dita sahabat ku yang duduk di bangkunkebelah kiri ku.
"yaudahlah ikut aja, sayang ege. masa-masa SMA kan gak bisa didapetin lagi." kata dita sambil memainkan handphonenya.
"nahnyaudah, si kiki ama nurma gimana tuh?" tanya ku. kiki dan nurma adalah 2 sahabat ku yg lain yang duduknya tepat didepan aku dan dita.
"gatau, katanya mereja gak ikutan." jawab dita sambil melirik kiki dan nurma
"yah sepi. kita ber 2 aja nih?, nadya ikut gaksi?" aku menanyakan sahabat kita yang tidak sekelas dengan kita. namanya Nadya.
. lalu Dita tdr.
" ye pelor. yaudeh tdr gih." aku melanjutkan main game yang ada di handphone ku.
"WAH KAMU IKUTAN JADINYA, CORET-CORETAN?" .. tanya vini kepada ku dengan volume yang super duper full
"Duh kaget aku, iya aku ikut dong hahah. baju seragam ku yang putih ada 3 jadi selow ahahah" jawab ku
"Ohhhh gitu... lanjut, lanjut. pasti ada penggrebekan polisinya nih. atau jangan jangan kamu diomelin ortu kamu ahahaha. kalau bener aku gak mau denger cerita kamu. udah basi ahaha," katanya meledek ku sambil menyenggol-nyenggol badannku dengan kedua tangannya
"LAH!!, lebih parah malah ahaha, makannya mau dengerin gak?. eh udh jam berapa nih kok dosennyangak dateng?" jawab ku sambil melihat jam di handphone
"udahlah nanti kalau ada...." belum sempat melanjutkan pembicaraan vini menoleh pintu yang terbuka, dan membuat aku juga melihatnya.
"selamat siang, maaf ibu telat" Dosen Jurnalistik datang
"yah gua kira gak ada kelas" (bisikan-bisikan itu mulai terdengar)
"HUUHHH," aku menghela napas
"dia telat setengah jam ini harusnya kita KP. kenapa dia malah datang -_-" sahut vini agak kesal
"oke ketua kelas rolong bantu ibu" kata Dosen Jurnalistik tersebut
"ok" jawab sang ketua matkul Jurnalistik.
^dan hari ini berakhir dengan tidak ada lanjutan cerita yang keluaf dari mulut ku, karena ketika di kelas Mahasiswa memperhatikan Doesn tersebut. karena aku dan vini duduk di baris ke 1 paling depan, maka sangat musgahil kalau bibir ini berucap hal diluar konteks perkeluahan. Matkul Jurnalistik selesai. dan kami berhamburan keluar^
"DAAAAA, AKUU HOUSING DULUAN YAA, LOP YOUU LAVIEN BABAY" Teriakan Vini untuk mengakhiri harinini
"iya", aku jawab pelan. dan menuju lobby kampus untuk menunggu abang ojek online yang sudah kupesan.
..........
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar